Menerima Iman VS Kebebasan Memilih

saya rasa, arminian menganggap orang yang menerima iman adalah goliat2 & herodes2 yang bisa memilih percaya atau tidak percaya.. itulah yang mereka artikan untuk istilah ‘menerima iman’, mereka menyandingkannya atau menganggap 1 paket dengan ‘menolak iman’.. jadi menurut mereka, orang2 yang menerima iman adalah juga orang2 yang menolak iman, tapi akhirnya ia memutuskan menerima iman berdasarkan kebebasannya… konsep mereka, saya mau maka saya selamat, saya tidak mau maka saya tidak selamat..

tetapi bagi saya, orang2 penerima iman ialah para pengemis, yang Tuhan sebut sebagai si miskin di hadapan Allah.. ‘menerima’ di sini berarti ia seperti si buta yang menadahkan tangannya, & tiba2 Tuhan datang memberi sesuatu BUKAN ke dalam tangannya, TAPI Tuhan mengoles matanya, hingga ia menjadi dapat melihat & percaya & bersukacita..si buta miskin ini tak punya pilihan, ia hanya mengharapkan ditolong.. dan Tuhan tak menahan hatiNya untuk menolong, sebab mengasihi itu bukan hanya ‘tidak berbuat jahat’, tapi ‘berbuat baik’…

arminian menganggap penentu keselamatan adalah Kemauan dari manusia.. sedangkan saya percaya, penentunya adalah Allah sendiri, Allah memberi iman kepada orang2 yang dijaminNya sendiri untuk MAU selamat.. sedangkan manusia2 lain sebanarnya adalah orang2 yang TIDAK MAU percaya & selamat SECARA MUTLAK.. mereka tidak mau percaya BUKAN karena dipaksa oleh Roh Kudus/Roh Allah, tetapi karena orang2 berdosa memang orang2 yang mutlak hilang & menunggu giliran hukuman kekal..

tapi arminiain menganggap jika itu yang terjadi maka itu adalah salah Allah, bila manusia sampai terkurung dalam dosanya/penolakan Allah, maka Allah bersalah karena menyebabkan/membiarkan itu sampai terjadi.. maka mereka menyimpulkan bahwa dosa tidak punya dampak mengikat & mengutuk akal budi, dosa hanya dijadikan salah satu pilihan lain oleh Allah, mereka menganggap Allah hanya ingin manusia memilih antara DiriNya atau Dosa.. mereka pikir semua manusia berhak bebas memilih & memutuskan sebebas2nya seperti Allah, untuk selamat ataupun tidak selamat..

arminian pikir, jika manusia sudah makan buah pengetahuan baik & jahat, maka manusia BISA bebas menentukan Apa itu Baik & Apa itu Jahat.. tapi jika demikian, bukankah malah akan membenarkan si iblis, bahwa saat makan buah terlarang itu mata mereka menjadi TERBUKA??.. tidakkah doktrin arminian ini akan menyebabkan bahwa pilihan mengetahui/menetapkan sendiri Apa Yang Baik & Apa Yang Jahat itu menjadi Sebuah Kebaikan bagi manusia??.. tidakkah doktrin ini malah membenarkan perkataan si iblis bahwa kamu tidak sekali2 mati, tapi Hanya lebih baik, yaitu mengetahui apa yang baik & yang jahat??…

Hal itu tentu bertentangan dengan perkataan Tuhan bahwa: saat kamu makan buah yang KU larang itu & berdosa, maka KAMU MATI Hari Itu Juga!!.. saat kamu merasa melihat, maka kamu sebenarnya telah buta.. saat kamu pikir kamu telah bebas memilih, maka kamu sebenarnya sudah terpenjara & terbeli.. saat kamu pikir kamu hebat & baik, maka sebenarnya kamu sudah jahat.. saat kamu pikir kamu baik2 saja, maka sebenarnya kamu sakit parah tak terobati.. saat kamu pikir kamu hidup & giat, sebenarnya kamu mati & membusuk.. saat kamu pikir kamu cantik & menarik, sebanarnya kamu jijik & najis.. saat kamu pikir kamu kaya & bahagia, sebenarnya kamu amat miskin & malang..

bagaimana orang2 yang Tahu yang jahat itu bisa menjadi baik atau melihat yang Baik??… apa yang mereka tahu tentang kebaikan itu sendiri pun akan menjadi kejahatan di tangan mereka, sebab yang jahat selalu menyimpangkan & menempel pada yang baik di pikiran mereka.. bagai bersih di dalam baskom kotor, tak ada yang bersih, tak bisa bersih.. atau bagai mencuci baskom yang kotor dengan air yang kotor, tak mungkin bersih.. sebab mereka kehilangan Rupa Allah, mereka bukan lagi hamba Allah, maka sebaik apapun yang mereka lakukan mereka tidak melakukannya untuk Allah, tapi untuk dirinya sendiri & si jahat di pikiran mereka.. sekalipun mereka mengaku melakukan segalanya bahkan menyerahkan nyawanya untuk Allah, tapi Allah tak merasa menerima/diberi apapun & memiliki apapun dari manusia, sebab manusia milik si jahat.. jika mereka menyerahkan nyawanya, maka tetap milik si jahat..

demikianlah, sebelum manusia mampu menginginkan keselamatan, mereka harus diluruskan terlebih dahulu & memuntahkan kembali buah pengetahuan itu, & itu adalah Mustahil!!.. sebab itu, pilihannya bukan di tangan manusia, tapi oleh perbuatan ajaib Allah yang sanggup membersihkan mereka dari sumber kejahatan/akar pemberontakan di dalam diri mereka sendiri.. sebab tak mungkin seseorang membersihkan dirinya sendiri untuk memilih yang baik, adapun yang benar adalah, Tuhan Yesus membersihkan mereka maka barulah mereka dapat berjalan di dalam KebenaranNya.. Tuhan Yesus, terima kasih karena mau mencuci kaki kami yang teramat kotor ini.. amin..

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s